MANAJEMEN PEMASARAN (disadur & dijadikan Materi Perkuliahan Prodi Seni Musik FISS Unpas oleh : Ridwan)

Bauran Pemasaran
Bauran pemasaran merupakan suatu perangkat yang akan menentukan tingkat keberhasilan pemasaran bagi perusahaan, dan semua ini di tunjukan untuk memberikan kepuasan kepada segmen pasar atau konsumen yang dipilih. Pada hakekatnya bauran pemasaran (marketing mix) adalah mengelola unsur-unsur marketing mix supaya dapat mempengaruhi keputusan pembelian konsumen dengan tujuan dapat menghasilkan dan menjual produk dan jasa yang dapat memberikan kepuasan pada pelanggan dan konsumen.

Kotler (2000:18) mendefinisikan bauran pemasaran adalah seperangkat alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk mencapai tujuan pemasaran di dalam pasar sasaran. Bauran pemasaran merupakan variabel-variabel terkendali yang dapat digunakan perusahaan untuk mempengaruhi konsumen dari segmen pasar tertentu yang dituju perusahaan. Mc Carthy (Kotler, 2000:18) mempopulerkan sebuah klasifikasi empat unsur dari alat-alat bauran pemasaran yang dikenal dengan empat  P (four PS) yaitu produk (product), harga (price), tempat/distribusi (place), promosi (promotion).
Bauran Pemasaran
Bauran Pemasaran


Variabel-Variabel Bauran Pemasaran
a. Produk
Produk merupakan unsur pertama dan yang paling penting dalam bauran pemasaran. Perencanaan bauran pemasaran dimulai dengan memformulasikan suatu penawaran yang dapat memenuhi kebutuhan atau keinginan konsumen.

Kotler (2000:448) menjelaskan bahwa produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk diperhatikan , diperloleh, digunakan, atau dipasarkan meliputi barang-barang fisik, pengalaman, peristiwa, orang , tempat, property, organisasi, gagasan.
 

Fandy Tjiptono (1997:95) produk merupakan segala sasuatu yang dapat ditawarkan produsen untuk diperhatikan, diminta, dicari, dibeli, digunakan atau dikonsumsi pasar sebagai pemenuh kebutuhan atau keinginan pasar yang bersangkutan. Produk yang ditawarkan tersebut meliputi barang fisik, jasa, orang/pribadi, tempat, organisasi, dan ide.

Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa produk adalah suatu bentuk penawaran kepada calon pelanggan mengenai suatu barang dan jasa yang dapat memenuhi kebutuhan mereka.

b. Harga
Harga merupakan suatu elemen marketing mix yang menghasilkan penerimaan penjualan, sedangkan elemen-elemen lainya hanya menimbulkan biaya. Kerena menghasilkan penerimaan penjualan , maka harga mempengaruhi tingkat penjualan, tingkat keuntungan, serta share pasar yang di dapat oleh perusahaan (Assauri, 2004:233).

Harga juga merupakan salah satu elemen bauran pemasaran yang paling fleksibel. Harga dapat di ubah dengan cepat, tidak seperti ciri khas produk dan perjanjian distribusi (Kotler, 2000:519). Menurut Swastha (2005) mengatakan bahwa harga adalah Jumlah uang (ditambah beberapa barang kalau mungkin) yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari barang beserta pelayanannya.

Menurut Alma (2004:169) pengertian harga yaitu Suatu atribut yang melekat pada suatu barang yang memungkinkan barang tersebut dapat memenuhi kebutuhan (needs), keinginan (wants) dan memuaskan konsumen (satisfaction) yang dinyatakan dengan uang.

4.Tempat
Place atau tempat merupakan gabungan antara lokasi dan keputusan atas saluran distribusi, dalam hal ini berhubungan dengan bagimana cara penyampaian kepada para konsumen dan dimana lokasi yang strategis.

Dalam penyaluran barang dari produsen ke konsumen ada faktor penting yang sangat berpengaruh terhadapnya, yaitu kegiatan pemilihan saluran distribusi yang tepat untuk menyampaikan barang dari produsen ke konsumen. Banyak perusahaan yang menggunakan saluran distribusi yang tidak tepat hal ini menyebapkan produk yang dihasilkan perusahaan tidak menjangkau konsumen yang menjadi sasaran.

Belajar Gamelan Degung

TEKNIK DASAR BELAJAR GAMELAN DEGUNG

Oleh : Yana Nuryana & Ridwan

  1. Pengenalan Laras Degung

    Dalam pembelajaran tabuh gamelan
    degung terlebih dahulu kita perkenalkan atau ajarkan pengetahuan tentang laras degung bias menggunakan notasi angka dan ditulis di bilah-bilah waditra, yaitu sebagai berikut :


    Dinotasikan oleh Yana Nuryana, 2013.

    Untuk mengenal karakter setiap bunyi waditra, serta mengenal interval antar nada, mainkan nada-nada tersebut berulangkali sampai seluruh peserta ajar bisa merasakan setiap karakter bunyi.

  1. Pengenalan Waditra

    Didalam pengenalan waditra gamelan degung kita jelaskan bentuk fisik setiap waditra gamelan degung, yaitu waditra terbuat dari bahan logam berbentuk penclon terdiri dari bonang, jenglong, kempul dan gong, waditra berbentuk bilah terdiri dari saron
    peking/saron (1), dan saron
    penerus/ saron (2), selanjutnya mengenalkan bentuk waditra yang lain yaitu kendang yang dibuat bahan kayu, masuk ke dalam jenis alat musik perkusi dengan sumber bunyi dari selaput/ membrane.


    Gambar 4.4

    Waditra gamelan degung

    (Dokumentasi Yana Nuryana 2013)

  1. Susunan Nada dan Fungsi Waditra

    Pengenalan susunan nada pada setiap waditra gamelan degung dijelaskan kepada seluruh peserta ajar dan langsung membunyikan dengan cara memukul satu persatu nada yang ada pada setiap waditra gamelan degung tersebut dari nada tertinggi sampai nada terendah. Setelah itu kita menjelaskan juga perbedaan rentang nada yang dimiliki pada setiap waditra gamelan degung. Setiap peserta ajar diharuskan hapal susunan serta rentang nada dari waditra gamelan degung yang menjadi pegangannya, dan juga mengenal susunan dan rentang nada waditra gamelan degung yang lainnya yang bukan pegangannya, karena pada tahap selanjutnya peserta ajar tidak hanya menguasai dan dapat memainkan satu waditra gamelan degung saja, tetapi menguasai semua waditra gamelan degung. Untuk pertama setiap peserta ajar dilatih untuk menguasai satu waditra gamelan degung saja, berikutnya kita akan memutar secara bergilir peserta ajar agar belajar memegang seluruh waditra gamelan degung.

        Susunan nada setiap waditra gamelan degung dijelaskan dibawah ini sebagai berikut:

    1. Letak Peking (Saron 1)


    Dinotasikan oleh Yana Nuryana, 2013.

Susunan nada pada saron
peking terdiri dari dari dua gembyang dan difungsikan sebagai melodi atau difungsikan sebagai filler atau pamanis lagu.

  1. Letak Panerus (Saron 2)


    Dinotasikan oleh Yana Nuryana, 2013.

    Saron
    panerus memiliki fungsi sebagai penerus dari peking yang menjadi patokan nada pada waditra bonang.

  2. Letak Bonang


    Dinotasikan oleh Yana Nuryana, 2013.

        Waditra bonang adalah alat musik sunda yang terbuat dari bahan logam perunggu yang dimainkan dengan cara dipukul menggunakan alat bantu pemukul. Bonang biasanya disusun dengan bentuk V atau menyerupai siku-siku. Pada umunya bonang terdapat 14 penclon yang dibagi menjadi 2 bagian, 7 penclon dibagian kanan dan 7 penclon dibagian kiri yang terdiri dari nada 2 (mi) hingga 5 (la). Penclon-penclon ini disusun diatas rancak dengan menempatkan penclon terkecil (nada tertinggi) diujung sebelah kanan pemain dengan berurutan hingga penclon terbesar (nada terendah) diujung sebelah kiri. Bonang bertugas sebagai pembawa melodi pokok yang merupakan induk dari semua waditra, pangkat lagu dibawakan oleh bonang.

  3. Letak Jenglong


    Dinotasikan oleh Yana Nuryana, 2013.

     Waditra jenglong adalah alat musik yang terbuat dari perunggu, kuningan atau besi yang berdiameter antara 30 cm sampai dengan 40 cm, sama seperti pada waditra bonang yaitu disusun dengan bentuk V atau menyerupai siku – siku. Penclon pada waditra jenglong berjumlah sedikit dibandingkan dengan waditra bonang yaitu 6 buah yang terdiri dari nada 5 (la), 1 (da), 2 (mi), 3 (na), 4 (ti), hingga 5 (la) di bawahnya (1 gembyang), dengan ambitus (wilayah nada) yang lebih rendah dari bonang. Jenglong bertugas sebagai balunganing gending (bass; penyangga lagu) yakni sebagai penegas melodi bonang.

  4. Waditra Gong

     

Gambar 4.5

(Dokumentasi Yana Nuryana 2013)

Waditra gong yang terdiri dari 2 buah penclon, yakni kempul (gong kecil) dan goong (gong besar) digantung dengan tali secara berhadapan pada rancak. Kempul (gong kecil) berada di sebelah kiri pemain , sementara goong (gong besar) di sebelah kanan pemain. Ambitus nada gong sangat rendah, bertugas sebagai pengatur wiletan (birama) atau sebagai tanda akhir periode melodi dan penutup kalimat lagu. Goong disebut juga sebagai pamuas lagu. Peserta ajar yang memegang waditra gong hendaknya menguasai lagu sehingga membunyikan kempul dan gong secara tepat pada waktu yang dikehendaki.

  1. Waditra Kendang

Gambar 4.6

(Dokumentasi Yana Nuryana 2013)

Menurut bentuk dan wujudnya, kendang sunda ada dua macam yaitu ada yang disebut kendang besar (kendang indung) dan ada yang disebut kendang kecil (kulanter). Muka (beungeut) kendang besar bagian atas disebut kumpyang dan bagian bawah disebut gedug. Sedangkan pada kendang kecil muka (beungeut) bagian atas disebut kutiplak dan bagian bawah disebut kutipung. fungsi kendang adalah sebagai pengendali, artinya pengendali setiap permainan gamelan dalam berbagai jenis seni karawitan yang ada di daerah Sunda. Fungsi kendang dalam suatu lagu yang dimainkan memiliki hal terpenting yaitu mengendalikan tempo dan irama setiap gending, baik tempo pokok maupun irama cepat ataupun lambat dan tangkap, diatur dengan bunyi kendang termasuk didalamnya mengawali dan mengakhiri gendingan.

  1. Cara Memegang Panakol dan Teknik Tabuhan

    Cara memegang penabuh / panakol waditra gamelan degung dan teknik menabuh Pada kegiatan pembelajaran tabuh gamelan degung yaitu, peserta ajar diperkenalkan ketentuan-ketentuan yang harus diperhatikan dalam memegang penabuh / panakol dan jenis panakol yang digunakan untuk setiap waditra gamelan degung.

    Seperti pada waditra bonang tangan kanan dan tangan kiri sama -sama memegang penabuh / panakol yang dalam teknik menabuhnya bisa dikemprang dan dicaruk kemudian
    ditabuhkan pada bagian tengah penclon dan menggunakan sejenis panakol yang digunakan terbuat dari kayu berbentuk panjang dengan ujung yang dibungkus oleh bahan kain yang dililit benang – benang dan dibulatkan, seperti pada gambar berikut di bawah ini:

Gambar 4.7

Gambar panakol
bonang (Dokumentasi Yana Nuryana 2013

Pada waditra saron hanya memegang satu penabuh yakni pada tangan kanan sedangkan tangan kiri berfungsi untuk menengkep dan menggunakan jenis panakol berbentuk seperti palu terbuat dari kayu tanpa ada lapisan apapun, seperti gambar berikut:

Gambat 4.9

Panakol untuk saron
peking dan saron
panerus

(Dokumentasi Yana Nuryana 2013)

Waditra jenglong tangan kanan dan tangan kiri memegang panakol dan ditabuh bersamaan dan menggunakan panakol yang sejenis dengan panakol bonang yang terbuat dari kayu berbentuk panjang dengan ujung yang dibungkus oleh bahan kain yang dililit benang – benang dan dibulatkan, seperti gambar dibawah :

Gambar 4.11

Gambar panakol jenglong


(Dokumentasi Yana Nuryana 2013)

Dalam waditra goong tangan hanya memegang satu panakol yakni di pegang di tangan kanan sedangkan tangan kiri masuk ke dalam perut goong kecil (kempul) yang fungsinya sebagai peredam suara karena goong bersifat menggema. Dan menggunakan jenis panakol yang menggunakan pelapis dari kain seperti gambar berikut :


Gambar 4.13

Gambar panakol
gong

(Dokumentasi Yana Nuryana 2013)

Kita memperkenalkan bagaimana cara menabuh pada masing-masing waditra. Seperti halnya pada waditra bonang, bonang bertugas sebagai pembawa melodi pokok, pangkat dalam lagu degung dimulai dari waditra bonang. Bonang merupakan waditra berpenclon yang dalam teknik menabuhnya bisa di
kemprang (menabuh dengan menggunakan ke dua tangan dengan jarak satu gembyang secara bersamaan). Di caruk (dua waditra yang dipukul secara bersahutan) bila yang satu jatuh pada ketukan ke satu dan ke tiga maka yang lainnya jatuh pada bilangan ke dua dan ke empat. Waditra saron sebagai pengisi melodi pada gamelan degung jadi kita menjelaskan pastikan dalam menabuh saron baik saron 1 maupun saron 2 tidak ada ujung pada tiap tabuhannya yaitu dengan cara tangan kiri menangkepnya.

Peserta ajar yang memainkan bonang tidak berhenti memainkan waditranya, kita melatih tabuhan pada saron
peking. Dengan secara bersamaan bonang dan saron
peking bisa bermain, setelah itu kita mengajarkan teknik tabuhan pada peserta ajar yang akan memainkan waditra saron
panerus. Pada saat kita mengajarkan tabuhan pada saron
panerus, peserta ajar yang telah diajarkan sebelumnya memainkan tabuhannya secara berulang-ulang. Sehingga, peserta ajar di harapkan mampu merasakan perbedaan pada masing-masing tabuhannya dan materi yang disampaikan kepada peserta ajar dapat dengan mudah ditangkap oleh peserta ajar.

Materi Pembelajaran Gamelan Degung

Materi lagu yang pertama kali di berikan yaitu lagu catrik, yaitu sebagai berikut :




Latihan THO

Latihan THO

Tgl. 1 Mei 2014tn. Simon menyertakan uang Kas sebesar Rp. 250.000.00,00 sebagai modal awal membuka usahanya
2 Mei 2014 tn. Simon membeli seperangkat alat Musik sebesar Rp. 100.000.000,00 dibayar tunai dan Rp. 50.000.000,00 sisanya dibayar kemudian
tn. Simon membayar biaya sewa tempat sebesar Rp. 10.000.000,00
5 Mei 2014 dibeli perlengkapan secara tunai Rp. 2.000.000,00
8 Mei 2014 diterima pendapatan minggu pertama sebesar Rp. 8.000.00,00
8 Mei 2014 dibayar Gaji pegawai minggu pertama sebesar Rp. 1.500.000,00
10 Mei 2014 dibayar cicilan utang sebesar Rp. 5.000.000,00
12 Mei 2014 diterima pendapatan sebesar Rp. 10.000.000,00 dibayar tunai Rp. 8.000.000,00 sisanya bulan depan
15 Mei 2014 dibayar beban biaya telepon, listrik, dan air sebesar Rp. 1.500.000,00
18 Mei 2014 dibeli perlengkapan secara tunai sebesar Rp. 3.500.000,00
20 Mei 2014 diterima pendapatan secara tunai sebesar Rp. 20.000.000,00
25 Mei 2014 dibeli peralatan Rp. 25.000.000,00 secara kredit
28 Mei 2014 dibayar gaji pegawai sebesar Rp. 1.500.000,00
31 Mei 2014 sisa perlengkapan yang ada sebesar Rp. 3.000.000,00
31 Mei 2014 tn. Simon mengambil uang sebesar Rp. 10.000.000,00 untuk keperluan pribadi

1. Buatlah Laporan R/L
2. Perubahan Equitas
3. Neraca

SEJARAH MUSIK DUNIA

(Musik Abad Pertengahan: Ridwan)

 

TROUBADOUR, TROUVERE, DAN MINESANG

 

Seiring perkembangan musik Gregorian dan musik polifon yg pada umumnya merupakan musik untuk keperluan ibadah, ternyata terdapat pula musik profan.

 

Musik liris abad pertengahan pada akhir abad 11 terdiri dari Musik Troubadour (Pracis selatan), dan satu abad kemudian dilanjutkan oleh Musik Trouvere (Prancis utara) serta nyanyian Minnesanger (Jerman).

 

Gerakan ini mencapai puncaknya sekitar tahun 1200 dan makin menghilang dengan surutnya kaum ksatria klasik pada akhir abad ke 13.seni vokal duniawi baru adalah lawan untuk perkembangan seni vokal rohani yang memakai sekwensi sanjak dan sekwensi bait, himne dan conductus.

 

JENIS DAN BENTUK LAGU

Seni vokal abad pertengahan menghasilkan bentuk syair dan lagu secara berlimpah. Namun semuanya dapat dibagi dalam empat jenis dasar:

  1. Tipe Litani

Bentuk pembawaan yang paling kuno, dimana tiap ayat dinyanyikan dengan lagu yang sama, teemasuk didalamnya:

    1. Chanson de geste:

Epos/ cerita tentang pahlawan dalam ayat panjang tanpa tanpa bait tertentu, tetapi dengan potongan-potongan bebas; tiap potongan berakhir dengan cengkok yang khas (contoh: “rolandslied :epos tentang Roland/ Pahlawan legendaris Jerman)

    1. Potongan-potongan tadi disusun secara teratur, dengan jumlah ulangan tertentu tiap ayat/ bait.
    2. Rotrouenge:

Bait dengan 3-5 baris ditambah refren. Bait dinyanyinka oleh solis, refrennya dibawakan oleh kelompok.

  1. Tipe Sekwensi

Bnetuk nya sama dengan bentuk sekwensi rohani. Dua baris bersanjak dan memakai melodi yang sama kecuali pada akhir merupakan satu pasangan; namun panjanganya baris tidak sama panjanganya. Namanya Lai, laich, descort (vokal): Estampida/ Estampie (instrumental).

  1. Tipe Kanzone:

Bentuk ini berdasarkan bentuk Himne Ambrosius dengan empat baris (a b c d) dan pola irama Iambospendek – panjang)

    1. Kanzone berbait/ Bnetuk Bar:

Ab ab cd dimana tiap huruf merupakan satu baris;

(ab = pertanyaan; cd = jawaban)

    1. Kanzone berputar : ab ab cd b artinya pada akhir baris 2 diulang sebagai penutup.

 

 

 

 

 

  1. Tipe Rondo

Nyanyian berbait dengan refren:

    1. Ballade: seperti kanzone berbait namun dengan refren (ab) yang terletak pada akhir lagu: ab ab cd ef.
    2. Virelai: seperti kanzone berbait namun dengan refren (ab) yang dipakai pada awal dan akhir lagu: ab c c db ab. Pada jawabanpun dipakai bagian kedua dari refren.
    3. Rondeau: dialog antara kor (refren =RF) dan solo (sisipan = ss), dimana keduanya memakai lagu yang sama:

ab a a ab ab

RF ss RF ss RF

 

Troubadour umumnya ,e,akai bentuk Kanzone serta bentuk bait yang sederhana. Sedangkan Trouvere kebanyakan menggunakan bentuk Litani, Sekwensi dan Rondel.

Gaya lagu sama seperti halnya lagu rohani, artinya berdasarkan tangga nada Gregorian. Ritmanya sangat kaya dan bervariasi, dengan berpangkal pada irama kata.

 

ISI SYAIR

Troubador pertama yang terkenal bernama Guillaume IX dari Aquitania (1071 – 1126), cucunya Guillaume IX, bernama Eleonora dari Aquitania menyalurkan seni Troubadour ke arah utara (Prancis utara dan Inggris).

 

Penyanyi Troubadour dan Trouvere yng terkenal diajak ke istana, diantaranya Chretien de Troyes, pencipta tradisi cerita di sekitar raja legendaris Artus beserta ksatria Erec, Parsival, Tristan dsb.

Isi nyanyian Guillaume bersifat hiburan yang bermutu dan sopan. Asmara menjadi tema pokok nyanyian Jaufre Rudels (meninggal 1150), namun karan Jaufre Rudels seperti banyak Troubadour lain termasuk kaum “abagan” dan wanita impian termasuk kam bangsawan, maka lagunya asmara penuh kerinduan dan melankoli.

Lain lagi isi nyanyian Peired’Avernhe atau Folquet de Marseille, yang termasuk kaum terdidik. Mereka menjalankan tugas pendidikan dengan memperkenalkanmitologi yang dikaitkan dengan gagasan filsafat. Istilah teknis ialah Trobar clus (penemuan tertutup :bahasa Prancis).

Banyak nyanyian yang merupakan nyanyian tarian dan bersifat folk art. Isinya tentang musim semi, tari, dengan irama yang ringan dan lincah.

 

GENERASI-GENERASI TROUBADOUR

Yang diketahui kira-kira 450 syair serta kira-kira 300 lagu. Nama-nama yang paling menonjol antralain:

  1. Fase pertama (1080-1120): Guillaume IX (1071-1126), pangeran dari Aquitania dan Poitiers, terdapat 11 buah syair saja.
  2. Fase kedua (1120-1150): Jaufre Rudel (meninggal 1150), terdapat 3 lagu; tema ‘asmara akan kekasih yang jauh’; Marcabru(meninggal 1140), bertugas di istana pangeran Guillaume X di Poitiers serta istana raja Al-fons VIII di Kastilia, terdapat 4 lagu ‘Trobar clus’.
  3. Fase ketiga (1150-1180): Bernart de Ventadorn (1130-1195), trobadour yang paling termashur, terdapat 19 lagu.

 

 

  1. Fase keempat (1180-1220): puncak perkembangan musik Troubadour. Peire Vidal (meninggal 1205), Raimbaut de Vaquieras (maninggal 1207)  pada istana raja Bonifaz II dari Monferrat, Peirol, Aimeric de Peguilham, Arnaut Daniel (meninggal 1210) yang terakhir disebut pengarang syair terbesar (Dante); Folquet de Marseille (meningal 1231, seorang ynga sangat teroelajar, Uskup dari Toulouse.
  2. Fase kelima (masa akhir sampai 1300): Guoraut Riquier (meninggal 1298); Troubadour terakhir.

 

GENERASI-GENERASI TROUVERE

Naskah-naskah nyanyia Trouvere menyebut sejumlah nama besar. Terdapat lebih dari 4000 syair serta kira-kira 2000 lagu. Beberapa nama yang terkenal:

  1. Fase pertama (1150-1200): Chretien de Troyes (1120-1180), Richard Lowenherz (meninggal1199), Blondel de nesle (lahir 1155).
  2. Fase kedua (1200-1250): Conon de Bethune (meninggal 1220), Colin Muset (meninggal 1250)Thibaut IV dr Chamgagne(=Roi de Navarra, meninggal 1258)Abbas Gantier Coinci (meningal 1236) mengarang drama ‘ Miracle de la Sainte Vierge’ dengan memakai banyak kontrafaktur dari lagu duniawi; tersebar secara luas.
  3. Fase ketiga (1250-1300): Jehan Bretel  (meninggal 1272), tinggal di Arras; Adam de la Halle(1237-1287), bekerja di istana Robert II dari Arras pindah bersama raja ke Napoli (1283); terdapat 16 Rondeau dengan 3 suara, 18 jeux partis, diantaranya drama Jeu de Robin et de Marion’ dengan dialog dengan 28 lagu.
  4. selama abad 13 tradisi Troubadour dan Trouvere diambil alih oleh persayuan penyanyi yang timbul di kota-kota. Sontanitas dan improvisasi hilang, diganti dengan peraturan dan dibekukan dalam perlombaan-perlombaan.

 

MINNESANG

Pada pertengahan abad 12 munculah lirik dengan bahasa Jerman Kuno. Karena isi pokoknya asmara, maka disebut Minnesang (jenis musik). Seperti halnya di Perancis, di German juga lirik ini ditangani oleh kaum bangsawean, ksatria serta petugas-petugas bukan bangsawan yang berbakat.waktu kekuasaan kaum pria berakhir dan kota-kota berkembang, maka minnesang diganti Meistersang yang ditangani oleh masyarakat.

  1. asalusul Minnesang

teori-teori tentang Minnesang berpangkal dari syair-syair dan berlaku pula untuk lirik Perancis.

    1. Teori antik (tidak diragukan): contoh dari sastra klasik latih (Ovidus, Horacius) ditirukan;
    2. Teori latin abad pertengahan (sangat mungkin): cerita-cerita roman dalam bahasa latin abad pertengahan menjadi sumber-sumber bahan, begitu juga sastra rohani.
    3. Teori Arab (tidak diragukan): lirik asmara arab serta “kultus wanita” di Spanyol juga mempengaruhi Perancis selatan yg bertetangga dengan Spanyol.
    4. Teori lagu rakyat (diragukan): lagu rakyat yang telah punah muncul kembali dalam kesenian vokal.

 

Bentuk lagu diambil alih dari musuik eropa, khususnya bentuk Bar seperti dipakai dalam konzone Perancis serta bentuk sekuanesi seperti dipakai dalam bentuk Lai. Tapi jarang sekali ditemukan dalam bentuk-bentuk refren, artinya tidak ada pengaruh dari Trouvere.

  1. Melodi

Melodi-melodinya dikarang oleh penciptanya sendiri. Tiap nyanyiang punya lagu sendiri, namun juga mungikin diambil alih darinyanyian lain: banyak melodi menjadi internasional karena dikenal waktu ziarah dan selama perang salib.

Karena data dan sumbernya kurang sulit sekali menemuknaatau melihat perkembangan dalam melodi. Fase pertama selama abad 12-13 dikuasi oleh lagu dengan satu suara; sedangkan selama fase kedua abad 14-15 didominasi tangga nada mayormuncul juga nyanyian dengan aransemen paduan suara, a.l dari tangan Munch dari Salzburg, Oswald dari Wolkenstein

  1. Irama

Seperti halnya dengan musik Troubadour dan Trouvere di Perancis, begitu pula irama Minnesang tidak jelas; karena notasi Gregorian pada waktu itu belum berkembang. Tidak mungkin ditulis dengan nada yang semua sama panjangnya (seperti terjadi dalam musik Gregorian) karena lagu rohani dari abad ini ternyata memakai irama yang cukup kaya.

  1. Pementasan

Pengarang biasanya juga solis, namun tak jarang diiringi dengan sejumlah pemain Fiedel, Laute, Harfe dan sebagainya. Alat musik dipakai juga untuk intro, intermezzo dan extro.dimainkan tidak secara acordis tetapi heterofonis; lagu yang sama dimainkan dengan variasi-variasi da hiasan-hiasan. Tidak ada catatan notasi instrumental, semuanya diimprovisasi. Para pemain sering kali juga sebagai penghibur.

 

GENERASI-GENERASI MINNESANGER

  1. Fase pertama (1150-1170): gaya Minnesang awal, tanpa pengaruh dari Perancis. Sejumlah lagu asmara dalam gaya lagu rakyat dikarang oleh lima pengarang tanpa nama.
  2. Fase kedua (1170-1200): pengaruh kuat dari Perancis. Heinrich I dari Minz (meninggal 1197 di Messina); Heinrich dari Veldeke (di Jerman utara); Fredrich daru hausen (meninggal 1190waktu perang salib); Rudolf dari Fenis-Neuenburg (Swiss); Heinrich daro Rugo (tubungen).
  3. Fase ketiga (1200-1230): Puncak Minnesang. Reinmar dari Hagenau (meninggal 1205 di Wina) dengan lagu asmara penuh keluhan; Hartmann dari Aue (meninggal 1215 di Freinburg); henrich dari Morungen (meninggal 1222 di Meissen), lagunya berisi tinggi; Neidhard dari Reuenthal (meninggal 1245 di Bavaria), lagunya kasar, gaya petani; Walter von der Vogelweide (1170-1228 di Wurxburg), pengarang paling utama.
  4. Fase keempat (1230-1300): peralihan Minnesang masuk dalam lapisan masyarakat kota. Konrad dari wurzburg (meninggal 1287); Heinrich dari Meissen dengan nama samaran Frauenlob (meninggal 1318 di Mainz); Wizlav III, raja Rugen (meninggal 1325) yg disebut juga “Tannhauser”, berkarya di Bavaria.
  5. Fase kelima (abad 14-15): akhir dari Minnesang, sejajar denga Meistersang. Herman Munch dari Salzburg (abad 14); Hugo dari Monfort (1357-1423); Oswald dari Wolkenstein (1377-1445) di Tirol – Minnesanger terakhir.

Sumber : Sejarah Musik; Karl-Edmund Prier sj

AKU PERNAH…

Beberapa pekerjaan pernah aku kerjakan dan laksanakan Alhamdulillah semua cukup memuaskan.
Pekerjaan pertamaku selepas SMA pernah menjadi Cleaning Service di sebuah Instansi sekitar tahun 1990-an, kemudian setahun berikutnya menjadi pegawai di Fakultas Ekonomi Unpas sebagai penunggu Absensi mahasiswa dan itu pulalah yang membuat aku bersemangat untuk kuliah dan Alhamdulillah berhasil menyelesaikan kuliah S1, kemudian mengajar di SMA MT: Basa Sunda lumayan bisa, dan pernah menjadi wartawan sekolah di SMA Pasundan 5 media Basa Sunda (KAMAYU & BAPALUMUT) lumayanberhasil, kemudian ngajar Seni Budaya juga berhasil, kemudian ngajar di Universitas Al-Ghifari…seiring waktu saya kuliah S2 Seni Musik UPI dan lulus tahun 2006, lalu mengajar di Prodi Seni Musik Unpas sampai sekarang, lumayanlah aku sangat bersyukur dengan jalan hidupku…
Dan sekarang disamping ngajar di Seni Musik Unpas juga bekerja di Auto Radio sebagai Autocaster…seneeeeng bener, dunia penuh kreatif, dunia penuh kebahagiaanlah pokokna mah…
Nah kurang lebih seperti inilah cara saya menulis…saya tidak mau terjebak dengan Judul, Tema, atau apapun yang mensyaratkan teknik menulis dan sebangsanya…
Ayooo…menulis jangan berhenti…modalnya cukup “kemauan”, dan sering-seringlah membaca tulisan orang jangan tulisan monyet…

MANAJEMEN ORGANISASI SENI/ MUSIK

KONSEP DASAR MANAJEMEN ORGANISASI SENI/MUSIK

Manfaat Berorganisasi

Berkesenian dapat dilakukan secara individu, misalnya; menari, membaca pusisi, menyanyi solo, atau berpantomim. Banyak senima berhasil dan terkenal karena berkesebian secara individu. Amun ada juga kesenian yang akan lebih baik jika dilakukan secara berkelompok atau memang harus berkelompok, misalnya; teater, drama, sinetron, atau ketopak, band, orkestra, dan menarikan tari serampang duabelas, dll. (Achsan Permas dkk : 15, 2003).

Ditinjau dari aspek nonkesenian pembentukan grup atau organisasi dapat memberikan manfaat lebih besar untuk mencapai suatu tujuan dibadingkan dengan dilakukan secara individual. Tuntutan untuk membentuk suatu organisasi akan lebih besar apabila semua komponen yang terlibat memiliki visi dan misi yang selaras untuk tujuan yang sama.

Manfaat Manajemen

Banyak kelompok atau grup musik dan atau solois yang sangat baik didalam performennya seacara artistik. Namuan manakala tidak dimanaj dengan baik akhirnya kesulitan mendapatkan posisi tawar yang baik dimata para penikmatnya dan bahkan banyak diantaranya yang bubar atau stag jalan di tempat dan tidak bisa berkembang dengan baik.  Semua itu sebagai akibat permasalahan nonartistik tidak diperhatikan dengan baik dari para senimannya itu sendiri. Banyak seniman solois yang kerap melakukan berbagai pekerjaannya ditangani sendiri, mulai dari penulisan karya, pengurusan hak cipta, pengurusan perizinan pertunjukkan, persiapan kostum, aransemen musik, pemilihan pemain, akomodasi, transportasi, sampai urusan pemasaran dan sebagainya. Hal tersebut disatu sisi memang memberikan hasil positif yang bisa diperoleh terutama untuk urusan seleri dan pendapatan yang tidak terbagi dengan fihak lain. Akan tetapi dari sisi perkembangan dan kemajuan akan sangat sulit berkembang, karena aspek-aspek yang seharusnya dilakukan oleh orang lain ditangani sendiri dengan segala keterbatasan baik waktu ataupun pengetahuan manajerial.

Contoh akibat manajemen organisasi yang tidak ditangani secara profesioanal, sebuah kelompok Band kampus yang memiliki konsep musik, teknik permainan, dan penyajian yang nyaris sempurna hanya bisa melakukan pertunjukkan dari panggung ke panggung, dari cafe ke cafe, dari kampus ke kampus, dan hanya sesekali bisa tampil di media televisi, itupun dengan bayaran yang kurang memuaskan bahkan tidak sedikit sering hanya mendapat ucapan terima kasih belaka. Akibatnya kelompok tersebut sering sekali hilang tanpa jejak, kalaupun masih ada hanya dikenal oleh lingkungan tertentu saja. Dan keberadaannya tidak bisa menopang hidup dan kehidupan para artisnya, kalaupun menjadi terkenal itupun atas hasil biaya sendiri dan belum tentu bisa mencapai titik impas atau balik modal, lebih jauhnya sulit untuk mendapatkan reward yang sepadan dengan perjuangan dan biaya yang sudah dikeluarkan.

Lain halnya dengan kelompok musik, solois, atau artis-artis (seniman) yang terorganisir dan dikelola secara profesional, segala bentuk usahanya akan menghasilkan reward positif yang lebih dari sekedar memuaskan, tetapi justru bisa berlebih dan melimpah. Banyak seniman yang sukses dan kaya raya dari hasilnya sebagai performer seni/ musik.

Di dalam perjalanan kariernya para seniman sukses ini memiliki perencanaan yang baik, strategi yang tepat, pemasar yang kompetitif, pengawasan yang ketat, dengan tidak membebani senimannya itu sendiri. Karena semua hal yang berkaitan dengan urusan nonartistik dilakukan secara profesional dan terintegrasi dalam sebuah organisasi yang solid dan profesional.

Organisasi dan Manajemen Seni/ Musik.

Dari uraian di atas dapat didefinisikan bahwa organisasi merupakan sekelompok orang yang sepakat bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama.

Banyak organisasi dan manajemen musik yang selanjutnya disebut Lebel Manajemen, yang mengurusi kegiatan artis dari mulai perencanaan karya, latihan dan pengembangan diri para artisnya, proses penciptaan, analisis pasar, dan semua hal yang bersifat nonartistik dikelola dengan baik, selain menjadi artis terkenal dengan penghasilan yang luar biasa juga menempatkan mereka pada posisi selebritis dan disegani karena karya-karyanya.

Dalam maajemen organisasi musik banyak hal yang diperhatikan secara baik dan profesional mulai dari urusan sederhana sampai dengan urusan ekonomi, politik, peraturan pemerintah, sosial dan teknologi. Sehigga para artis atau talentnya tidak perlu sibuk mencari calaon pemakai jasauntuk pertunjukkan, tidak perlu memikirkan perizinan, tidak perlu memikirkan urusan lingkungan sosial lainnya. Mereka akan diarahkan secara profesional oleh pihak manajemen dengan berbagai pertimbangan sehingga organisasi tersebut bisa melakukan tugas untuk mencapai suatu tujuan dengan efektif dan efisien.

Pada dasarnya manajemen adalah cara memanfaatkan input untuk mengahsilkan karya musik melalui suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian (Planning, Organizing, Actuating, dan Controoling) dengan memperhatikan situasi dan kondisi lingkungan.

Perencanaan Organisasi

Perencanaan merupakan pangkal awal manajerial organisasi, termasuk organisasi musik. Titik awal sebuah proses manajemen organisasi yang menjadi dasar untuk melakukan pembagian tugas, menggerakan anggota organisasi, pengalokasian dana, dan evaluasi keberhasilan organisasi. Dalam hal ini tujuan organisasi harus jelas terlebih dahulu, karena kalau tujuan belum jelas  organisasi belum tentu bisa fokus untuk melakukan proses pencapaian tujuannya. Dan tentu saja harus dibarengi dengan kerjasama antar lini yang terkontrol dan bertanggungjawab untuk fokus pada tujuan yang ingin dicapai oleh organisasi bukan atas dasar kepentingan individu.

Pengertian Perencanaan,

Perencanaan adalah kegiatan menentukan sasaran yang akan dicapai di masa depan dan merupakan cara yang baik dan akan ditempuh untuk mencapainya.

Contoh;

Sasaran : Melakukan Pentas di  4 Kota

Kegiatan:

–          Memilih format lagu dan aransemen yang akan disajikan

–          Latihan

–          Mencari tempat pertunjukkan

–          Mengurus perizinan

–          Mencari dana dan sponsorship

–          Menyiapkan akomodasi dan transportasi

Rencana dapat dibedakan berdasarkan jangka waktu dan jangka panjang. Recana jangka pendek atau rencana operasional bisa terdiri dari jangka waktu program mingguan, bulanan, atau bahkan tahunan. Program tersebut biasanya terici dengan baik yag meliputiapa yag akan dilakukan dalam jangka waktu tersebut; waktu dan tempat, jadwal, biaya yang dibutuhkan, penanggungjawab kegiatan, dll. Recana jagka panjang merupakan rencana kegiatan untuk kurun waktu yang bersifat kontiuitas da biasanya lebih dari satu tahun. Di dalam rencaa ini hanya memuat atau hanya bersifat garis besar (grand lane). Rencana jangka penjang meliputi keseluruha kegiatan organisasi, sering juga disebut sebagai rencana strategik (renstra).

Menurut ruag ligkupya, rencaa dibedakan mejadi rencana bagia dan rencana organisasi. Rencaa bagian, misalya recana bagian latihan, rencana bagian promosi, rencaa bagian keuangan, rencana bagian evaluasi. Rencana organisasi, adalah rencana keseluruha organisasi yang  meliputi rencana bagian-bagian dari organisasi itu sendiri.

Mnafaat Perencaaan

Mengurangi risiko Ketidakpastian, pada era globalisasi dan keterbukaan ii segala sesuatu dapat berubah dengan cepat dan tidak bisa dibendung. Sebut saja perkembagan musik di dunia teramat sangat pesat dan sulit diprediksi kemana arah pendukug sebuah gere (gramatika) musik cenderung mengena di pasar para peikmat musik itu sediri. Bahkan permasalahan yang dihadapi bisa lebih kompleks. Menghadapi kondisi seperti ini, orgaisasi  seni/musik tidak dapat lagi hanya mengandalkan naluri untuk megambil keputusan organsasinya. Manajemen Organisasi harus melakukan perencanaan yang baik, untuk menguragi risiko ketidakpastian diantaraya manajemen harus menyesuaikan dengan situasi da kondisi yag ada, atau bahkan membuat keputusan utuk mempengaruhi situasi yag aka terjadi.

Fokus pada sasaran

Perecanaan yang baik memberikan pedoman bagi orgaisasi seni/musik untuk meggunakan sumber daya seperti dana dan waktu untuk mencapai sasaran organisasi yang telah ditetapkan. Tanpa pedoma yang jelas organisasi seni dapat menghabiskan dan yag ada tanpa prioritas yang jelas.

Menjadi Dasar bagi Fugsi-fungsi manajemen lainnya

Perecanaan yang baik akan memberika kemudahan untuk urusan selajutnya, untuk organizing, actuating, dan controllig. Perencanaa akan dijadikan dasar sasaran untuk pembagia tugas dan pengorganisasian, dasar proses pengendalian, dasar dan proses actualisasi egiata, serta menjadi dasar utama untuk mengawasan dan pengendalia orgaisasi.

Proses Perencanaan

Menentukan kegiatan-kegiata yang harus dilakukan; mengurutkan jenis-jeis kegiatan yang akan dilaksanakan dan membuat alternatif-alternatif kegiatan lainya untuk mengatisifasi perubahan yang terjadi. Hal ii dilakukan untuk menentukan prioritas yang harus dilakukan secara sistematis. Penentuanya didasarkan atas efektivitas dan efisiensi dalam pencapaian sasaran. Penjadwalan, alokasi waktu yag akan digunakan dalam pelaksanaan kegiatan terogaisir dengan baik (durasi atau lamanya kegiatan, mulai, dan selesai) kegiatan.  Itegrasi, semua perencanaan yang dibuat harus berkait satu sama lai (teintegrasi) dan berkesinambungan sehingga dapat dijalankan dengan baik dan runut.

Pengorgaisasia Kegiatan

Kegiata ini dilakukan untuk menjamin semua sumber daya yang ada dapat bekerja secara optimal. Hal tersebut diwujudka dalam bentuk struktur orgaisasi yag dilegkapi dengan uraian pekerjaan (job deskripsi) dan wewenang , seta mekanisme kerja antar lini dari setiap anggota organisasi.

Proses Pengorganisasian;

Urutan kegiatan:

–          Merinci pekerjaan-pekerjaan yang harus dilakukan untuk mencapai sasara organisasi atau unit kerja;

–          Mengelompokkan pekerjaan-pekerjaan tersebut dalam unit-unit secara logis dan wajar serta dapat dilaksanakan oleh seluruh elemen organisasi;

–          Membagi tugas kepada setiap anggota orgaisasi sesuai dengan minat, bakat, dan kemampuan masing-masing.

–          Menyusun mekaisme untuk mengkoordinasikan pekerjaan-pekerjaan atau unit-unit kerja yang dibentuk. Hal ini dilakukan agar setiap anggota organisasi konsisten denga sasaran organisasi serta untuk mengurangi konflik yang mungkin saja bisa merusak tujua umum organisasi.

Pegelompokan Pekerjaan

Fungsioal; kelompok-kelompok pekerjaan di dalam organisasi secara fungsional dalam dibagi ke dalam: Bagian Produksi, Keuangan, Pemasaran, dan Sumber Daya Manusia.

Kegiatan; organsisasi dibagi berdasarkan kegiatan yang dilakukan: Pertunjukkan, Rekaman, Pemasaran CD, DVD, MP3/4, ring tone, dll.

Wilayah; wilayah pementasan, dan domisili Grup Musik yang ada.

Proses; orgaisasi dibagi berdasarkan jenis proses yag dilakukan, misalnya: bagia penelitian dan penulisan karya, format karya, latiahn, dan bagian pementasan.

Pegarahan

Dalam hal ini tugas pimpian orgaisasi utuk mengerahkan stafnya bekerja sesuai dengan job deskripsi dan bidangnya masing-masing secara efektif da efisien, disamping itu juga seorang pimpina memberi motivasi. Pada proses inilah proses pekerjaan dimulai.

Proses pengarahan; meliputi bagaimana memberikan istrusksi atau mengkomunikasikan harapan organisasi, memimpin dan memotivasi stafya agar menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya. Pengarahan akan lebih mudah apabila seorang pimpinan mengenali dan memahami dengan baik orang yang dipimpinannya, dan kemudian melakukan pendekatan yang tepat utuk menggerakannya.

Pengendalian/ Controlling

Pengendalian adalah mekanisme yang berfungsi untuk menjamin atau memastikan tercapainya sasaran yang telah ditetapkan dalam perencanaan.

Menetapkan Standar dan Metode Pengukuran Prestasi; standar merupakan kriteria dalam pengendalian yang dikembangkan dari sasaran yang ada dalam perecanaan. Kriteria standar yang umum biasanya sudah dihasilkan dari perencanaan dalam bentuk sasara, amun perlu ditetapkan kriteria yang lebih spesifik. Kemudian ditetapkan pula bagaimana hasil atau prestasi itu ditetapkan dan dapat diukur. Standar dan pengukura ini sangat penting juga dipahami oleh seluruh anggota organisasi yang ada.

Mengukur hasil prestasi; untuk mempermudah proses dan pelaksanaan pengukuran  harus ditetapkan terlebih dahulu dan dipahami oleh semua fihak terkait.

Membandigkan hasil dengan standar; pada tahap ini, informasi yag diperoleh dari hasil pengukuran dibandigkan dengan standar yang telah ditetapkan, kemudia dilihat deviasinya. Kesulitan akan dihadapi apabila pegukuran bersifat kualitatif karena diperlukan intepretasi/ judgement atau penafsiran yang tepat.

Mengambil tindakan; apabila hasil perbandingan terdapat deviasi negatif atau penyimpangan yang signifikan maka diperlukan tindakan-tindakan agar persoalan peyimpangan tidak menjadi lebih besar atau minimal akibat negatifnya bisa diperkecil.

Ciri pegendalian yang baik;

–          Fokus pada hal yang pentig

–          Ekonomis

–          Tepat waktu

–          Dapat dimengerti,

–          Dapat diterima.

MANAJEMEN PEMASARAN 2

Konsep, Tren, dan Tugas Pemasaran Fundamental

Untuk memahami fungsi pemasaran, kita perlu memahami konsep dan tugas fundamental tertentu, bersama dengan tren terkini. (P. Kotler&Kevin Lane Keller 2007)

Konsep Inti

Seperangkat konsep menciptakan satu fondasi untuk manajemen pemasaran dan orientasi pemasaran holistik.

KEBUTUHAN, KEINGINAN, dan PERMINTAAN, Pemasar harus berupaya memahami kebutuhan, keinginan, dan permintaan pasar sasaran. Kebutuhan, merupakan tututan dasar manusia. Orang membutukan makanan, udara, air, pakaian, dan tempat berlindung untuk bisa bertahan hidup. Orang juga membutuhkan rekreasi, pendidikan, dan hiburan. Kebutuhan-kebutuhan itu menjadi keinginan bila diarahkan kepada sasaran-sasaran yang lebih spesifik yang mungkin dapat memenuhi kebutuhan. Musisi barat membutuhkan piano, gitar, violin, drum, dll. Musisi tradisi jawa membutuhkan gamelan, kendang, trompet, gong, dll. Keinginan dibentuk oleh lingkungan dimana orang itu berada. Permintaan adalah keinginan akan produk-produk spesifik yang didukung oleh kemampuan untuk membayar. Banyak musisi yang menginginkan gitar merek fender kualitas tinggi, tapi beberapa diantaranya belum mau dan atau kurang mampu membayar. Dalam hal ini perusahaan harus mampu mengukur bukan saja seberapa banyak yang menginginkan akan tetapi mengukur seberapa banyak yang mampu dan mau membelinya.

Tugas Para pemasar tidak menciptkan kebutuhan akan tetapi pemasar memberikan pengaruh-pengaruh kepada konsumen, mempromosikan gagasan bahwa sebuah gitar fender berkualitas tinggi akan memuaskan seniman atau penggunanya, bahkan akan meningkatkan status sosial pemakainya.

Tugas Manajemen Pemasaran

  1. Mengembangkan Strategi dan Rencana Pemasaran,
  2. Merebut pencerahan Pemasaran,
  3. Berhubungan dengan pelanggan,
  4. Membangun merek yang kuat,
  5. Membentuk tawaran pasar,
  6. Menyerahkan nilai,
  7. Mengkomunikasikan Nilai,
  8. Menciptakan pertumbuhan jangka panjang.

Perencanaan Stratejik Divisi dan Perusahaan

Dengan mempersiapkan pernyataan Visi, Misi, kebijakan, strategi, dan tujuan kantor pusat menetapkan tujuan dan kerangka kerja. Dalam kerangka itulah divisi dan unit bisnis mempersiapkan rencana kerja mereka.

Semua kator pusat perusahaan melakukan empat aktivitas perencanaan;

  1. Menetapkan Visi dan Misi Perusahaan;
  2. Membangun unit bisnis strategi;
  3. Menetapkan sumber daya
  4. Menilai peluang pertumbuhan.

Perencanaan Strategik Unit Bisnis

Proses perencanaan Strateis Unit Bisnis terdiri dari langkah-langkah seperti pada Gambar berikut; dengan menggunakan Analisis SWOT yaitu melakukan evaluasi terhadap keseluruhan Kekuatan, kelemahan, Peluang, dan Ancaman.

flowchart swot

MEMBACA, MENGANALISIS, MENULIS, TERBITKAN