MANAJEMEN ORGANISASI SENI/ MUSIK

KONSEP DASAR MANAJEMEN ORGANISASI SENI/MUSIK

Manfaat Berorganisasi

Berkesenian dapat dilakukan secara individu, misalnya; menari, membaca pusisi, menyanyi solo, atau berpantomim. Banyak senima berhasil dan terkenal karena berkesebian secara individu. Amun ada juga kesenian yang akan lebih baik jika dilakukan secara berkelompok atau memang harus berkelompok, misalnya; teater, drama, sinetron, atau ketopak, band, orkestra, dan menarikan tari serampang duabelas, dll. (Achsan Permas dkk : 15, 2003).

Ditinjau dari aspek nonkesenian pembentukan grup atau organisasi dapat memberikan manfaat lebih besar untuk mencapai suatu tujuan dibadingkan dengan dilakukan secara individual. Tuntutan untuk membentuk suatu organisasi akan lebih besar apabila semua komponen yang terlibat memiliki visi dan misi yang selaras untuk tujuan yang sama.

Manfaat Manajemen

Banyak kelompok atau grup musik dan atau solois yang sangat baik didalam performennya seacara artistik. Namuan manakala tidak dimanaj dengan baik akhirnya kesulitan mendapatkan posisi tawar yang baik dimata para penikmatnya dan bahkan banyak diantaranya yang bubar atau stag jalan di tempat dan tidak bisa berkembang dengan baik.  Semua itu sebagai akibat permasalahan nonartistik tidak diperhatikan dengan baik dari para senimannya itu sendiri. Banyak seniman solois yang kerap melakukan berbagai pekerjaannya ditangani sendiri, mulai dari penulisan karya, pengurusan hak cipta, pengurusan perizinan pertunjukkan, persiapan kostum, aransemen musik, pemilihan pemain, akomodasi, transportasi, sampai urusan pemasaran dan sebagainya. Hal tersebut disatu sisi memang memberikan hasil positif yang bisa diperoleh terutama untuk urusan seleri dan pendapatan yang tidak terbagi dengan fihak lain. Akan tetapi dari sisi perkembangan dan kemajuan akan sangat sulit berkembang, karena aspek-aspek yang seharusnya dilakukan oleh orang lain ditangani sendiri dengan segala keterbatasan baik waktu ataupun pengetahuan manajerial.

Contoh akibat manajemen organisasi yang tidak ditangani secara profesioanal, sebuah kelompok Band kampus yang memiliki konsep musik, teknik permainan, dan penyajian yang nyaris sempurna hanya bisa melakukan pertunjukkan dari panggung ke panggung, dari cafe ke cafe, dari kampus ke kampus, dan hanya sesekali bisa tampil di media televisi, itupun dengan bayaran yang kurang memuaskan bahkan tidak sedikit sering hanya mendapat ucapan terima kasih belaka. Akibatnya kelompok tersebut sering sekali hilang tanpa jejak, kalaupun masih ada hanya dikenal oleh lingkungan tertentu saja. Dan keberadaannya tidak bisa menopang hidup dan kehidupan para artisnya, kalaupun menjadi terkenal itupun atas hasil biaya sendiri dan belum tentu bisa mencapai titik impas atau balik modal, lebih jauhnya sulit untuk mendapatkan reward yang sepadan dengan perjuangan dan biaya yang sudah dikeluarkan.

Lain halnya dengan kelompok musik, solois, atau artis-artis (seniman) yang terorganisir dan dikelola secara profesional, segala bentuk usahanya akan menghasilkan reward positif yang lebih dari sekedar memuaskan, tetapi justru bisa berlebih dan melimpah. Banyak seniman yang sukses dan kaya raya dari hasilnya sebagai performer seni/ musik.

Di dalam perjalanan kariernya para seniman sukses ini memiliki perencanaan yang baik, strategi yang tepat, pemasar yang kompetitif, pengawasan yang ketat, dengan tidak membebani senimannya itu sendiri. Karena semua hal yang berkaitan dengan urusan nonartistik dilakukan secara profesional dan terintegrasi dalam sebuah organisasi yang solid dan profesional.

Organisasi dan Manajemen Seni/ Musik.

Dari uraian di atas dapat didefinisikan bahwa organisasi merupakan sekelompok orang yang sepakat bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama.

Banyak organisasi dan manajemen musik yang selanjutnya disebut Lebel Manajemen, yang mengurusi kegiatan artis dari mulai perencanaan karya, latihan dan pengembangan diri para artisnya, proses penciptaan, analisis pasar, dan semua hal yang bersifat nonartistik dikelola dengan baik, selain menjadi artis terkenal dengan penghasilan yang luar biasa juga menempatkan mereka pada posisi selebritis dan disegani karena karya-karyanya.

Dalam maajemen organisasi musik banyak hal yang diperhatikan secara baik dan profesional mulai dari urusan sederhana sampai dengan urusan ekonomi, politik, peraturan pemerintah, sosial dan teknologi. Sehigga para artis atau talentnya tidak perlu sibuk mencari calaon pemakai jasauntuk pertunjukkan, tidak perlu memikirkan perizinan, tidak perlu memikirkan urusan lingkungan sosial lainnya. Mereka akan diarahkan secara profesional oleh pihak manajemen dengan berbagai pertimbangan sehingga organisasi tersebut bisa melakukan tugas untuk mencapai suatu tujuan dengan efektif dan efisien.

Pada dasarnya manajemen adalah cara memanfaatkan input untuk mengahsilkan karya musik melalui suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian (Planning, Organizing, Actuating, dan Controoling) dengan memperhatikan situasi dan kondisi lingkungan.

Perencanaan Organisasi

Perencanaan merupakan pangkal awal manajerial organisasi, termasuk organisasi musik. Titik awal sebuah proses manajemen organisasi yang menjadi dasar untuk melakukan pembagian tugas, menggerakan anggota organisasi, pengalokasian dana, dan evaluasi keberhasilan organisasi. Dalam hal ini tujuan organisasi harus jelas terlebih dahulu, karena kalau tujuan belum jelas  organisasi belum tentu bisa fokus untuk melakukan proses pencapaian tujuannya. Dan tentu saja harus dibarengi dengan kerjasama antar lini yang terkontrol dan bertanggungjawab untuk fokus pada tujuan yang ingin dicapai oleh organisasi bukan atas dasar kepentingan individu.

Pengertian Perencanaan,

Perencanaan adalah kegiatan menentukan sasaran yang akan dicapai di masa depan dan merupakan cara yang baik dan akan ditempuh untuk mencapainya.

Contoh;

Sasaran : Melakukan Pentas di  4 Kota

Kegiatan:

–          Memilih format lagu dan aransemen yang akan disajikan

–          Latihan

–          Mencari tempat pertunjukkan

–          Mengurus perizinan

–          Mencari dana dan sponsorship

–          Menyiapkan akomodasi dan transportasi

Rencana dapat dibedakan berdasarkan jangka waktu dan jangka panjang. Recana jangka pendek atau rencana operasional bisa terdiri dari jangka waktu program mingguan, bulanan, atau bahkan tahunan. Program tersebut biasanya terici dengan baik yag meliputiapa yag akan dilakukan dalam jangka waktu tersebut; waktu dan tempat, jadwal, biaya yang dibutuhkan, penanggungjawab kegiatan, dll. Recana jagka panjang merupakan rencana kegiatan untuk kurun waktu yang bersifat kontiuitas da biasanya lebih dari satu tahun. Di dalam rencaa ini hanya memuat atau hanya bersifat garis besar (grand lane). Rencana jangka penjang meliputi keseluruha kegiatan organisasi, sering juga disebut sebagai rencana strategik (renstra).

Menurut ruag ligkupya, rencaa dibedakan mejadi rencana bagia dan rencana organisasi. Rencaa bagian, misalya recana bagian latihan, rencana bagian promosi, rencaa bagian keuangan, rencana bagian evaluasi. Rencana organisasi, adalah rencana keseluruha organisasi yang  meliputi rencana bagian-bagian dari organisasi itu sendiri.

Mnafaat Perencaaan

Mengurangi risiko Ketidakpastian, pada era globalisasi dan keterbukaan ii segala sesuatu dapat berubah dengan cepat dan tidak bisa dibendung. Sebut saja perkembagan musik di dunia teramat sangat pesat dan sulit diprediksi kemana arah pendukug sebuah gere (gramatika) musik cenderung mengena di pasar para peikmat musik itu sediri. Bahkan permasalahan yang dihadapi bisa lebih kompleks. Menghadapi kondisi seperti ini, orgaisasi  seni/musik tidak dapat lagi hanya mengandalkan naluri untuk megambil keputusan organsasinya. Manajemen Organisasi harus melakukan perencanaan yang baik, untuk menguragi risiko ketidakpastian diantaraya manajemen harus menyesuaikan dengan situasi da kondisi yag ada, atau bahkan membuat keputusan utuk mempengaruhi situasi yag aka terjadi.

Fokus pada sasaran

Perecanaan yang baik memberikan pedoman bagi orgaisasi seni/musik untuk meggunakan sumber daya seperti dana dan waktu untuk mencapai sasaran organisasi yang telah ditetapkan. Tanpa pedoma yang jelas organisasi seni dapat menghabiskan dan yag ada tanpa prioritas yang jelas.

Menjadi Dasar bagi Fugsi-fungsi manajemen lainnya

Perecanaan yang baik akan memberika kemudahan untuk urusan selajutnya, untuk organizing, actuating, dan controllig. Perencanaa akan dijadikan dasar sasaran untuk pembagia tugas dan pengorganisasian, dasar proses pengendalian, dasar dan proses actualisasi egiata, serta menjadi dasar utama untuk mengawasan dan pengendalia orgaisasi.

Proses Perencanaan

Menentukan kegiatan-kegiata yang harus dilakukan; mengurutkan jenis-jeis kegiatan yang akan dilaksanakan dan membuat alternatif-alternatif kegiatan lainya untuk mengatisifasi perubahan yang terjadi. Hal ii dilakukan untuk menentukan prioritas yang harus dilakukan secara sistematis. Penentuanya didasarkan atas efektivitas dan efisiensi dalam pencapaian sasaran. Penjadwalan, alokasi waktu yag akan digunakan dalam pelaksanaan kegiatan terogaisir dengan baik (durasi atau lamanya kegiatan, mulai, dan selesai) kegiatan.  Itegrasi, semua perencanaan yang dibuat harus berkait satu sama lai (teintegrasi) dan berkesinambungan sehingga dapat dijalankan dengan baik dan runut.

Pengorgaisasia Kegiatan

Kegiata ini dilakukan untuk menjamin semua sumber daya yang ada dapat bekerja secara optimal. Hal tersebut diwujudka dalam bentuk struktur orgaisasi yag dilegkapi dengan uraian pekerjaan (job deskripsi) dan wewenang , seta mekanisme kerja antar lini dari setiap anggota organisasi.

Proses Pengorganisasian;

Urutan kegiatan:

–          Merinci pekerjaan-pekerjaan yang harus dilakukan untuk mencapai sasara organisasi atau unit kerja;

–          Mengelompokkan pekerjaan-pekerjaan tersebut dalam unit-unit secara logis dan wajar serta dapat dilaksanakan oleh seluruh elemen organisasi;

–          Membagi tugas kepada setiap anggota orgaisasi sesuai dengan minat, bakat, dan kemampuan masing-masing.

–          Menyusun mekaisme untuk mengkoordinasikan pekerjaan-pekerjaan atau unit-unit kerja yang dibentuk. Hal ini dilakukan agar setiap anggota organisasi konsisten denga sasaran organisasi serta untuk mengurangi konflik yang mungkin saja bisa merusak tujua umum organisasi.

Pegelompokan Pekerjaan

Fungsioal; kelompok-kelompok pekerjaan di dalam organisasi secara fungsional dalam dibagi ke dalam: Bagian Produksi, Keuangan, Pemasaran, dan Sumber Daya Manusia.

Kegiatan; organsisasi dibagi berdasarkan kegiatan yang dilakukan: Pertunjukkan, Rekaman, Pemasaran CD, DVD, MP3/4, ring tone, dll.

Wilayah; wilayah pementasan, dan domisili Grup Musik yang ada.

Proses; orgaisasi dibagi berdasarkan jenis proses yag dilakukan, misalnya: bagia penelitian dan penulisan karya, format karya, latiahn, dan bagian pementasan.

Pegarahan

Dalam hal ini tugas pimpian orgaisasi utuk mengerahkan stafnya bekerja sesuai dengan job deskripsi dan bidangnya masing-masing secara efektif da efisien, disamping itu juga seorang pimpina memberi motivasi. Pada proses inilah proses pekerjaan dimulai.

Proses pengarahan; meliputi bagaimana memberikan istrusksi atau mengkomunikasikan harapan organisasi, memimpin dan memotivasi stafya agar menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya. Pengarahan akan lebih mudah apabila seorang pimpinan mengenali dan memahami dengan baik orang yang dipimpinannya, dan kemudian melakukan pendekatan yang tepat utuk menggerakannya.

Pengendalian/ Controlling

Pengendalian adalah mekanisme yang berfungsi untuk menjamin atau memastikan tercapainya sasaran yang telah ditetapkan dalam perencanaan.

Menetapkan Standar dan Metode Pengukuran Prestasi; standar merupakan kriteria dalam pengendalian yang dikembangkan dari sasaran yang ada dalam perecanaan. Kriteria standar yang umum biasanya sudah dihasilkan dari perencanaan dalam bentuk sasara, amun perlu ditetapkan kriteria yang lebih spesifik. Kemudian ditetapkan pula bagaimana hasil atau prestasi itu ditetapkan dan dapat diukur. Standar dan pengukura ini sangat penting juga dipahami oleh seluruh anggota organisasi yang ada.

Mengukur hasil prestasi; untuk mempermudah proses dan pelaksanaan pengukuran  harus ditetapkan terlebih dahulu dan dipahami oleh semua fihak terkait.

Membandigkan hasil dengan standar; pada tahap ini, informasi yag diperoleh dari hasil pengukuran dibandigkan dengan standar yang telah ditetapkan, kemudia dilihat deviasinya. Kesulitan akan dihadapi apabila pegukuran bersifat kualitatif karena diperlukan intepretasi/ judgement atau penafsiran yang tepat.

Mengambil tindakan; apabila hasil perbandingan terdapat deviasi negatif atau penyimpangan yang signifikan maka diperlukan tindakan-tindakan agar persoalan peyimpangan tidak menjadi lebih besar atau minimal akibat negatifnya bisa diperkecil.

Ciri pegendalian yang baik;

–          Fokus pada hal yang pentig

–          Ekonomis

–          Tepat waktu

–          Dapat dimengerti,

–          Dapat diterima.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s