SEJARAH MUSIK DUNIA

(Musik Abad Pertengahan: Ridwan)

 

TROUBADOUR, TROUVERE, DAN MINESANG

 

Seiring perkembangan musik Gregorian dan musik polifon yg pada umumnya merupakan musik untuk keperluan ibadah, ternyata terdapat pula musik profan.

 

Musik liris abad pertengahan pada akhir abad 11 terdiri dari Musik Troubadour (Pracis selatan), dan satu abad kemudian dilanjutkan oleh Musik Trouvere (Prancis utara) serta nyanyian Minnesanger (Jerman).

 

Gerakan ini mencapai puncaknya sekitar tahun 1200 dan makin menghilang dengan surutnya kaum ksatria klasik pada akhir abad ke 13.seni vokal duniawi baru adalah lawan untuk perkembangan seni vokal rohani yang memakai sekwensi sanjak dan sekwensi bait, himne dan conductus.

 

JENIS DAN BENTUK LAGU

Seni vokal abad pertengahan menghasilkan bentuk syair dan lagu secara berlimpah. Namun semuanya dapat dibagi dalam empat jenis dasar:

  1. Tipe Litani

Bentuk pembawaan yang paling kuno, dimana tiap ayat dinyanyikan dengan lagu yang sama, teemasuk didalamnya:

    1. Chanson de geste:

Epos/ cerita tentang pahlawan dalam ayat panjang tanpa tanpa bait tertentu, tetapi dengan potongan-potongan bebas; tiap potongan berakhir dengan cengkok yang khas (contoh: “rolandslied :epos tentang Roland/ Pahlawan legendaris Jerman)

    1. Potongan-potongan tadi disusun secara teratur, dengan jumlah ulangan tertentu tiap ayat/ bait.
    2. Rotrouenge:

Bait dengan 3-5 baris ditambah refren. Bait dinyanyinka oleh solis, refrennya dibawakan oleh kelompok.

  1. Tipe Sekwensi

Bnetuk nya sama dengan bentuk sekwensi rohani. Dua baris bersanjak dan memakai melodi yang sama kecuali pada akhir merupakan satu pasangan; namun panjanganya baris tidak sama panjanganya. Namanya Lai, laich, descort (vokal): Estampida/ Estampie (instrumental).

  1. Tipe Kanzone:

Bentuk ini berdasarkan bentuk Himne Ambrosius dengan empat baris (a b c d) dan pola irama Iambospendek – panjang)

    1. Kanzone berbait/ Bnetuk Bar:

Ab ab cd dimana tiap huruf merupakan satu baris;

(ab = pertanyaan; cd = jawaban)

    1. Kanzone berputar : ab ab cd b artinya pada akhir baris 2 diulang sebagai penutup.

 

 

 

 

 

  1. Tipe Rondo

Nyanyian berbait dengan refren:

    1. Ballade: seperti kanzone berbait namun dengan refren (ab) yang terletak pada akhir lagu: ab ab cd ef.
    2. Virelai: seperti kanzone berbait namun dengan refren (ab) yang dipakai pada awal dan akhir lagu: ab c c db ab. Pada jawabanpun dipakai bagian kedua dari refren.
    3. Rondeau: dialog antara kor (refren =RF) dan solo (sisipan = ss), dimana keduanya memakai lagu yang sama:

ab a a ab ab

RF ss RF ss RF

 

Troubadour umumnya ,e,akai bentuk Kanzone serta bentuk bait yang sederhana. Sedangkan Trouvere kebanyakan menggunakan bentuk Litani, Sekwensi dan Rondel.

Gaya lagu sama seperti halnya lagu rohani, artinya berdasarkan tangga nada Gregorian. Ritmanya sangat kaya dan bervariasi, dengan berpangkal pada irama kata.

 

ISI SYAIR

Troubador pertama yang terkenal bernama Guillaume IX dari Aquitania (1071 – 1126), cucunya Guillaume IX, bernama Eleonora dari Aquitania menyalurkan seni Troubadour ke arah utara (Prancis utara dan Inggris).

 

Penyanyi Troubadour dan Trouvere yng terkenal diajak ke istana, diantaranya Chretien de Troyes, pencipta tradisi cerita di sekitar raja legendaris Artus beserta ksatria Erec, Parsival, Tristan dsb.

Isi nyanyian Guillaume bersifat hiburan yang bermutu dan sopan. Asmara menjadi tema pokok nyanyian Jaufre Rudels (meninggal 1150), namun karan Jaufre Rudels seperti banyak Troubadour lain termasuk kaum “abagan” dan wanita impian termasuk kam bangsawan, maka lagunya asmara penuh kerinduan dan melankoli.

Lain lagi isi nyanyian Peired’Avernhe atau Folquet de Marseille, yang termasuk kaum terdidik. Mereka menjalankan tugas pendidikan dengan memperkenalkanmitologi yang dikaitkan dengan gagasan filsafat. Istilah teknis ialah Trobar clus (penemuan tertutup :bahasa Prancis).

Banyak nyanyian yang merupakan nyanyian tarian dan bersifat folk art. Isinya tentang musim semi, tari, dengan irama yang ringan dan lincah.

 

GENERASI-GENERASI TROUBADOUR

Yang diketahui kira-kira 450 syair serta kira-kira 300 lagu. Nama-nama yang paling menonjol antralain:

  1. Fase pertama (1080-1120): Guillaume IX (1071-1126), pangeran dari Aquitania dan Poitiers, terdapat 11 buah syair saja.
  2. Fase kedua (1120-1150): Jaufre Rudel (meninggal 1150), terdapat 3 lagu; tema ‘asmara akan kekasih yang jauh’; Marcabru(meninggal 1140), bertugas di istana pangeran Guillaume X di Poitiers serta istana raja Al-fons VIII di Kastilia, terdapat 4 lagu ‘Trobar clus’.
  3. Fase ketiga (1150-1180): Bernart de Ventadorn (1130-1195), trobadour yang paling termashur, terdapat 19 lagu.

 

 

  1. Fase keempat (1180-1220): puncak perkembangan musik Troubadour. Peire Vidal (meninggal 1205), Raimbaut de Vaquieras (maninggal 1207)  pada istana raja Bonifaz II dari Monferrat, Peirol, Aimeric de Peguilham, Arnaut Daniel (meninggal 1210) yang terakhir disebut pengarang syair terbesar (Dante); Folquet de Marseille (meningal 1231, seorang ynga sangat teroelajar, Uskup dari Toulouse.
  2. Fase kelima (masa akhir sampai 1300): Guoraut Riquier (meninggal 1298); Troubadour terakhir.

 

GENERASI-GENERASI TROUVERE

Naskah-naskah nyanyia Trouvere menyebut sejumlah nama besar. Terdapat lebih dari 4000 syair serta kira-kira 2000 lagu. Beberapa nama yang terkenal:

  1. Fase pertama (1150-1200): Chretien de Troyes (1120-1180), Richard Lowenherz (meninggal1199), Blondel de nesle (lahir 1155).
  2. Fase kedua (1200-1250): Conon de Bethune (meninggal 1220), Colin Muset (meninggal 1250)Thibaut IV dr Chamgagne(=Roi de Navarra, meninggal 1258)Abbas Gantier Coinci (meningal 1236) mengarang drama ‘ Miracle de la Sainte Vierge’ dengan memakai banyak kontrafaktur dari lagu duniawi; tersebar secara luas.
  3. Fase ketiga (1250-1300): Jehan Bretel  (meninggal 1272), tinggal di Arras; Adam de la Halle(1237-1287), bekerja di istana Robert II dari Arras pindah bersama raja ke Napoli (1283); terdapat 16 Rondeau dengan 3 suara, 18 jeux partis, diantaranya drama Jeu de Robin et de Marion’ dengan dialog dengan 28 lagu.
  4. selama abad 13 tradisi Troubadour dan Trouvere diambil alih oleh persayuan penyanyi yang timbul di kota-kota. Sontanitas dan improvisasi hilang, diganti dengan peraturan dan dibekukan dalam perlombaan-perlombaan.

 

MINNESANG

Pada pertengahan abad 12 munculah lirik dengan bahasa Jerman Kuno. Karena isi pokoknya asmara, maka disebut Minnesang (jenis musik). Seperti halnya di Perancis, di German juga lirik ini ditangani oleh kaum bangsawean, ksatria serta petugas-petugas bukan bangsawan yang berbakat.waktu kekuasaan kaum pria berakhir dan kota-kota berkembang, maka minnesang diganti Meistersang yang ditangani oleh masyarakat.

  1. asalusul Minnesang

teori-teori tentang Minnesang berpangkal dari syair-syair dan berlaku pula untuk lirik Perancis.

    1. Teori antik (tidak diragukan): contoh dari sastra klasik latih (Ovidus, Horacius) ditirukan;
    2. Teori latin abad pertengahan (sangat mungkin): cerita-cerita roman dalam bahasa latin abad pertengahan menjadi sumber-sumber bahan, begitu juga sastra rohani.
    3. Teori Arab (tidak diragukan): lirik asmara arab serta “kultus wanita” di Spanyol juga mempengaruhi Perancis selatan yg bertetangga dengan Spanyol.
    4. Teori lagu rakyat (diragukan): lagu rakyat yang telah punah muncul kembali dalam kesenian vokal.

 

Bentuk lagu diambil alih dari musuik eropa, khususnya bentuk Bar seperti dipakai dalam konzone Perancis serta bentuk sekuanesi seperti dipakai dalam bentuk Lai. Tapi jarang sekali ditemukan dalam bentuk-bentuk refren, artinya tidak ada pengaruh dari Trouvere.

  1. Melodi

Melodi-melodinya dikarang oleh penciptanya sendiri. Tiap nyanyiang punya lagu sendiri, namun juga mungikin diambil alih darinyanyian lain: banyak melodi menjadi internasional karena dikenal waktu ziarah dan selama perang salib.

Karena data dan sumbernya kurang sulit sekali menemuknaatau melihat perkembangan dalam melodi. Fase pertama selama abad 12-13 dikuasi oleh lagu dengan satu suara; sedangkan selama fase kedua abad 14-15 didominasi tangga nada mayormuncul juga nyanyian dengan aransemen paduan suara, a.l dari tangan Munch dari Salzburg, Oswald dari Wolkenstein

  1. Irama

Seperti halnya dengan musik Troubadour dan Trouvere di Perancis, begitu pula irama Minnesang tidak jelas; karena notasi Gregorian pada waktu itu belum berkembang. Tidak mungkin ditulis dengan nada yang semua sama panjangnya (seperti terjadi dalam musik Gregorian) karena lagu rohani dari abad ini ternyata memakai irama yang cukup kaya.

  1. Pementasan

Pengarang biasanya juga solis, namun tak jarang diiringi dengan sejumlah pemain Fiedel, Laute, Harfe dan sebagainya. Alat musik dipakai juga untuk intro, intermezzo dan extro.dimainkan tidak secara acordis tetapi heterofonis; lagu yang sama dimainkan dengan variasi-variasi da hiasan-hiasan. Tidak ada catatan notasi instrumental, semuanya diimprovisasi. Para pemain sering kali juga sebagai penghibur.

 

GENERASI-GENERASI MINNESANGER

  1. Fase pertama (1150-1170): gaya Minnesang awal, tanpa pengaruh dari Perancis. Sejumlah lagu asmara dalam gaya lagu rakyat dikarang oleh lima pengarang tanpa nama.
  2. Fase kedua (1170-1200): pengaruh kuat dari Perancis. Heinrich I dari Minz (meninggal 1197 di Messina); Heinrich dari Veldeke (di Jerman utara); Fredrich daru hausen (meninggal 1190waktu perang salib); Rudolf dari Fenis-Neuenburg (Swiss); Heinrich daro Rugo (tubungen).
  3. Fase ketiga (1200-1230): Puncak Minnesang. Reinmar dari Hagenau (meninggal 1205 di Wina) dengan lagu asmara penuh keluhan; Hartmann dari Aue (meninggal 1215 di Freinburg); henrich dari Morungen (meninggal 1222 di Meissen), lagunya berisi tinggi; Neidhard dari Reuenthal (meninggal 1245 di Bavaria), lagunya kasar, gaya petani; Walter von der Vogelweide (1170-1228 di Wurxburg), pengarang paling utama.
  4. Fase keempat (1230-1300): peralihan Minnesang masuk dalam lapisan masyarakat kota. Konrad dari wurzburg (meninggal 1287); Heinrich dari Meissen dengan nama samaran Frauenlob (meninggal 1318 di Mainz); Wizlav III, raja Rugen (meninggal 1325) yg disebut juga “Tannhauser”, berkarya di Bavaria.
  5. Fase kelima (abad 14-15): akhir dari Minnesang, sejajar denga Meistersang. Herman Munch dari Salzburg (abad 14); Hugo dari Monfort (1357-1423); Oswald dari Wolkenstein (1377-1445) di Tirol – Minnesanger terakhir.

Sumber : Sejarah Musik; Karl-Edmund Prier sj

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s