BREAK EVEN POINT (studi pada rent music studio)

BEP on MUSIC

Di dalam suatu usaha atau bisnis atau berwirausaha kita harus memerlukan perhitungan untuk estimasi atau proyeksi laba yang akan atau ingin kita peroleh, atau untuk mengetahui posisi titik impas usaha. Dengan metode analisis BEP (Break Even Point) atau titik impas.

  1. Pada volume penjualan berapakah perusahaan dapat menutup seluruh biaya-biaya yang timbul akibat pembukaan usaha? Agar perusahaan tidak dalam posisi rugi tetapi juga belum mendapat keuntungan (laba usaha) atau BEP.
  2. Pada titik atau volume penjualan berapakah perusahaan dapat memperoleh laba yang diharapkan atau yang diproyeksikan?

Untuk menjawab pertanyaan pertama tersebut kita menggunakan analisis Break Even Point, sebagai berikut:

Terlebih dahulu kita harus mengetahui rumus BEP yaitu :

Rumus untuk menghitung pada volume penjualan berapa perusahaan bisa BEP:

BEP  =

Total Fixed Cost

Harga Jual per-Unit – Variable Cost

Atau,

BEP  =

TFC

P – VC

Keterangan Rumus;

  1. Fixed Cost (Biaya tetap) yaitu biaya yang dikeluarkan untuk menyewa tempat usaha, perabotan, komputer dll. Biaya ini adalah biaya yang tetap kita harus keluarkan walaupun kita hanya menjual 1 unit atau 2 unit, 5 unit, 100 unit atau tidak menjual sama sekali
  2. Variable cost (biaya variable) yaitu biaya yang timbul dari setiap unit penjualan contohnya setiap 1 jam Studio Musik digunakan pelanggan terdapat biaya nota/kwitansi tanda pembayaran, air minum, biaya pemeliharaan alat, gaji pegawai, ppn, listrik, dll.
  3. Sales (Harga penjualan) yaitu harga yang kita tentukan untuk menjual suatu produk kepada konsumen.

Contoh :
Pada sebuah perusahaan Music Rent Studio, memiliki Fixed Cost sebesar Rp. 20.000.000, dengan Variable cost Rp.10.000 / unit, dan harga rental studio Rp.25.000 /jam (unit)

Maka BEP atau titik impasnya;

BEP  =

20.000.000,00

25.000,00 – 10.000,00

BEP  =    1.333,33

Artinya  Studio Musik tersebut harus menempuh atau merentalkan studionya selama 1.333,33 jam latihan, atau apabila rata-rata setiap harinya studio laku sebanyak 4 jam/ hari maka waktu yang dibutuhkan untuk mencapai titik impas adalah lebih kurang tercapai dalam kurun waktu 1 tahun. Atau 1.333,33jam : 30hari : 4jam = 11,111bulan.

Untuk menjawab pertanyaan pertama tersebut kita menggunakan analisis Break Even Point, sebagai berikut:

Terlebih dahulu kita harus mengetahui rumus BEP yaitu :

Rumus untuk menghitung pada volume penjualan berapa perusahaan bisa BEP:

BEP  =

Total Fixed Cost

x  Harga Jual/Unit

Harga Jual per-Unit – Variable Cost

Atau,

BEP  =

TFC

x P

P – VC

Keterangan Rumus;

  1. Fixed Cost (Biaya tetap) yaitu biaya yang dikeluarkan untuk menyewa tempat usaha, perabotan, komputer dll. Biaya ini adalah biaya yang tetap kita harus keluarkan walaupun kita hanya menjual 1 unit atau 2 unit, 5 unit, 100 unit atau tidak menjual sama sekali
  2. Variable cost (biaya variable) yaitu biaya yang timbul dari setiap unit penjualan contohnya setiap 1 jam Studio Musik digunakan pelanggan terdapat biaya nota/kwitansi tanda pembayaran, air minum, biaya pemeliharaan alat, gaji pegawai, ppn, listrik, dll.
  3. Sales (Harga penjualan) yaitu harga yang kita tentukan untuk menjual suatu produk kepada konsumen.

Dengan menggunakan data di atas, maka perhitungannya sebagai berikut;

BEP  =

20.000.000,00

x  25.000,00 Rp. 33.333.325,00

25.000,00 – 10.000,00

Artinya perusahaan Studio Music Rent tersebut, harus mendapatkan nominal uang sebesar lebih kurang Rp. 33.333.325,00, untuk memperoleh titik impas perusahaan.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s