BISNIS???

Pandangan teoretis tentang merintis bisnis, adalah memulai bisnis dari nol, membeli paket bisnis yang ada (franchising), atau mengembangkan bisnis yang sudah ada dengan lebih kreatif dan inovatif. Di dalam hal ini sesungguhnya semua bermuara pada “modal”, modal keberanian untuk memulai, modal kemampuan untuk menjalankannya, modal kepercayaan, mental, dan bahkan modal” materil” sebagai bekal.

Modal apa yang kita miliki? Konon banyak propaganda di berbagai media menawarkan bisnis tanpa modal atau kalaupun bermodal hanya beberapa sen saja, seperti halnya banyak ditawarkan di media internet bisnis hanya bermodalkan kemauan untuk membuat blog dalam kurun waktu tertentu bisa menjadi kaya raya. Terdapat pula penawaran bisnis multy level marketing baik yang berbentuk jual produk ataupun yang berbentuk voucher dan apapun jenisnya dengan iming-iming keuntungan yang tak terhingga. Pada beberapa kasus yang fenomenal penulis mendapati beberapa usahawan merintis bisnis dari nol kecil adalah berdasarkan pada impian, seseorang yang berani mewujudkan impiannya dengan kerja keras terbukti bisa menikmati kerja kerasnya meski perlahan, tapi pasti.

Sebut saja Andri, pada awalnya dia bercita-cita menjadi musisi handal yang diperhitungkan di dunia hiburan nasional. Setelah melalui berbagai upaya dan kerja keras bersama grupnya Andri bisa masuk dapur rekaman dengan manajemen seadanya, dan diproduseri oleh seseorang dengan lebel yang juga baru merambah dunia industri musik. Promopun dilakukan melalui media radio dan media cetak di berbagai daerah atas dasar “kolega” atau perkenalan kekerabatan. Pada awalnya sepertinya menjanjikan banyak penyuka karya musik yang diusungnya, namun tak bertahan lama, karena persaingan industri musik dan perkembangan serta pertumbuhan band-band baru di negeri ini menjamur tak terbendung, akhirnya nyaris pupus meskipun Andri dan kawan-kawan masih mencoba bertahan dengan tetap manggung mengeksistensikan band-nya dalam dunia hiburan mewarnai klub, cafe, atau tempat-tempat hiburan lainnya.

Satu mimpi Andri yang belum terwujud adalah bisa hidup dari kemampuannya berkesenian (bermusik), adalah upaya yang cukup baik dia mulai merintis usaha dengan modal kemampuan menguasai beberapa alat musik yang bahkan tak pernah dimilikinya, dan tentu saja modal mental dan keberanian, serta kemauan untuk maju. Andri yang bukan siapa-siapa dan dengan keadaan ekonomi keluarga yang pas-pasan menawarkan diri dari rumah ke rumah untuk berbagi keterampilan bermusik terutama gitar, dan piano, bukan tanpa aral perjuangannya dengan berat namun tetap dia jalani.

Tiga bulan pertama dia bisa membeli sebuah gitar klasik yang lumayan dengan kisaran harga Rp. 1.500.000,00an dari hasil mengajar ke-empat muridnya yang di tarif Rp. 50.000,00/pertemuan, 4 x pertemuan setiap bulannya, dengan asusmsi pengasilannya dipotong biaya operasional dan makan, dan menyisihkan untuk ditabung, beberapa rupiah diantaranya diinvestasikan untuk menjadi dana” abadi”. Dengan kegigihannya disamping mendapatkan sedikit penghasilan dari keringatnya sebagai pengamen di beberapa cafe, dalam kurun waktu tiga tahun dia bisa memiliki studio musik sendiriselain digunakannya sendiri bersama teman-temannya, studio juga disewakan untuk umum.

Saat ini, selain masih menerima les privat dari rumah ke rumah juga membuka les di studionya sendiri yang berukuran 4×4 itu, yaitu ruangan bekas kamar tidurnya yang disulap menjadi studio musik. Tidak terlalu besar memang  tapi cukup menjanjikan, dengan ratio pengguna studio rata-rata 4 grup dalam sehari tanpa libur setiap bulannya.

Anda tertarik?

Di dalam hal ini penulis menggaris bawahi beberapa hal, pertama modal usaha sesungguhnya tidak melulu membutuhkan dana berbentuk uang yang besar, melainkan hanya bermodalkan kemampuan yang dimilikinya, didorong oleh kemauan dan mimpi untuk maju. Arifasinya kami serahkan sepenuhnya kepada pembaca…

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s