nge-Bloger sekedar mencurahkan isi hati

Menulis dan membaca adalah pekerjaan yang sulit untuk memulainya, apalagi jika tak terbiasa alasan klise selalu muncul sebelum memulai menulis apa yang harus ditulis? Apa kata pertama yang pantas? Tema apa yang pantas ditulis oleh seorang yang tidak pandai menulis.
Begitulah kira-kira pergumulan yang terjadi pada diri saya pada saat akan menorehkan tulisan ini, lalu dengan ragu ku-tuangkan kata demi kata, kalimat demi kalimat… ah tak banyak yang bisa dituliskan dan diceritakan apalagi jika harus memposisikan sebuah tema dalam tulisan, alur yang menjadi arah cerita, alinea 1 harus menempatkan kunci kata apa dan sebagainya, sungguh tak terpikirkan, kubiarkan kedua jari tengahku menghentak-hentakan dengan mata jelalatan mondar-mandir kesana kemari mencari huruf dan angka pada keyboard yang tak agak sulit menghapalkan setiap posisi hurufnya.
Begitu terus dan terus, dan lagi-lagi tidak memikirkan makna cerita pada alinea selanjutnya bahkan didalam hati bertanya-tanya sambil berpikir apakah sudah cukup saya menulis? Atau baru menginjak anti klimakskah tulisan ini? Atau sudah mencapai klimaks? Atau baru dimulai pembukaan ceritanya…ah tidak tahu dan tidak pernah tahu…biarkan saja yang penting dimonitor terlihat ada deretan huruf yang terangkai menjadi kata, rangkaian kata yang tersusun menjadi kalimat, tapi makna yang tertuang di monitor itu apa artinya ya? Dasar semakin bingung saja, atau mungkin malah ngalor ngidul dan ngaco.
Ya sudahlah kuakhiri saja tulisan ini, kebetulan suara adzan Asar berkumandang memekakan telinga maklum corong speaker toanya persis mencongos ke ke telingaku karena tersimpan persis disamping tempat saya menuliskan cerita eh berita eh opini eh apa ya? Ya pokoknya tulisan ini-lah gak tau apa maksudnya yang penting saya sudah menulis hari ini, adapun makna tulisanku tidak terlalu menjadi pikiran karena kata guru SD saya yang penting berani nulislah dulu, kualitas mah akan menuturkan engke juga. Ya dah atuh Aa Shalat dulu ya kalo ada uang untuk ke warnet Aa pasti nulis lagi, abis kalo gak nulis ngapain kalo ke warnet cuma liat-liat e-mail doang sayang dong kan bayar warnetnya lumayan menguras uang jajan anak-anaku… Eh penyakit lamaku kambuh kalo dah nulis lupa berhenti, dasar…

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s